Kucing Nabi Muhammad Namanya Mueeza & Seputar Fakta tentang Kucing

Praymuslim - Rasulullah Muhammad SAW adalah penyayang binatang kucing? situs konsultasi seputar Islam, muslimahcorner.com, Jumat (22/5/2015), membenarkan hal tersebut tetapi bukan hanya kucing, Nabi memang sayang kepada semua makhluk hidup dan semua diperlakukan mulia.

Dikisahkan, kucing peliharaan di rumah nabi bernama Muezza. Salah satu sifat kucing ini yang disukai Nabi adalah ‘Mueeza selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah mengikuti lantunan suara adzan’.

Pernah suatu ketika Nabi mau ngambil jubahnya, ternyata kucing beliau lagi tidur di atas jubahnya, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri kucing dari jubahnya supaya tidak mengganggu kucingnya yang sedang tidur

Ketika Nabi pulang ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk kepada nabi, sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan kucing itu

Rasulullah SAW menegaskan pada beberapa hadis bahwa kucing tidak najis, dan menyebutnya sebagai binatang yang berkeliling di sekitar rumah, beliau bahkan berwudhu menggunakan air bekas minuman kucing karena dianggap suci.

Hal yang menjadi pertanyaan: Bagaimana Rasulullah mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis? jawabannya adalah semua itu tidak akan terjadi jika ia bukan seorang utusan Allah yang tidak pernah berbicara menggunakan nafsu, Maha benar Allah ketika berfirman : ”Tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya, Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang di wahyukan (kepadanya)”. ( QS.Al-Najm (53):3-4)

Walaupun Nabi tidak membuktikan secara ilmiah, para ahli di era modern ini telah membuktikan, berikut fakta ilmiah tentang kucing:
  • Menolak Telur Bakteri
Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri, Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit.

Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.

Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Apakah anda pernah melihat kucing kecebur got dan badannya penuh lumpur hitam ? beberapa jam kemudian, badan kucingpun kembali bersih, itulah lidah ajaib dari kucing yang mampu membersihkan tubuhnya seperti habis mandi.

  • Bersih
Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor.Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan, di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus, terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang didapatkan adalah :
  1.  Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata tidak berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
  2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80 persen jika dilihat dari cairan  yang diambil dari dinding mulut.
  3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil tidak berkuman.
  4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
  5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
  • Liurnya Membersihkan
Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba, Liurnya bersih dan membersihkan.

Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing, jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.

Dr Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak adalah terdapat pada anjing, manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.

Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll) Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya, Ia tdk banyak berjemur dan tidak dekat2 dgn air, Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya.

Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

  • Lebih Bersih dari Manusia
Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih dari manusia.

Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi, dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan, selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.
  • Dalil Hadis
Sisa makanan kucing hukumnya suci, diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah, Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.”

Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Abu Qatadah RA, yang mendengar Rasulullah SAW bersabda tentang kucing, ”Ia tidak najis. Ia binatang yang sering keliling diantara kalian.” Hadis ini diriwayatkan oleh Malik, Ahmad dan imam hadis lain. Oleh karena itu kucing adalah binatang yang badan, keringat, bekas dan sisa makananntya suci (Lih. Ibnu Taimiiyah , Syarh Jawami’ al Akhbar, dengan komentar dari Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Barrak.)

Kebiasaan kucing yang dikenal adalah membersihkan dirinya, kucing adalah binatang yang bersih karena kegiatan hariannya adalah membersihkan diri. 

Sumber : (muslimahcorner.com)

Sekilas Singkat Tentang Dunia Para Muhaddits



Praymuslim - Kehormatan meriwayatkan hadits dilakukan oleh mereka yang dikaruniai bakat-bakat yang luar biasa oleh Allah Swt, Sebelum diakui sebagai periwayat hadits, seorang muhaddits (ahli hadits) harus melewati ujian ketat untuk memastikan kekuatan daya ingatnya, kejujurannya, ,pengetahuannya yang amat luas tentang masalah yang dibahas, kesalehannya, serta sifat dan perilakunya yang tidak tercela. Hanya para alim yang memenuhi semua persyaratan tadi lah yang bisa diakui sebagai perawi (pengumpul atau periwayat Hadist)

Ketika pertama kalinya Imam al-Bukhari datang ke Bagdad untuk  mempelajari dan menekuni pengumpulan hadits, dia pun nendapat ujian dari para ahli hadits di kota itu. Mereka Mengumpulkan 100 hadits sahih, lalu menyusun kembali urutan penyampaiannya dengan cara menukar urutan perawi hadits tersebut. Imam al-Bukhari lalu diminta untuk mengidentifikasi  mata rantai perawi hadits tersebut satu per satu, lalu nenyebutkan kesalahan atau penyimpangannya jika ada.

Imam al-Bukhari mampu menemukan semua pengubahan dalam hadits tersebut. Tanpa rasa takut ia menunjukkan bagaimana hadits-hadits tersebut dikacaukan dan menunjukkan bagaimana memperbaikinya. Para penguji-nya, para ahli hadits terkemuka di Bagdad, terkesan oleh daya ingatnya yang kuat dan oleh rasa ingin tahunya yang besar. Mereka memuji semangatnya terhadap tugas besar yang telah dilakukannya.

Al-Zuhri
Pada masa pemerintahan Khalifah Hisham, muhaddits terkenal Ibnu Shihab al-Zuhri juga diuji dengan ujian yang serupa oleh Khalifah. Khalifah Hisham memintanya menuliskan beberapa hadits untuk putranya. Al-Zuhri meminta bantuan juru tulis dari istana dan mendiktekan 400 hadits. Sebulan kemudian, untuk menguji al-Zuhri, Khalifah memanggilnya kembali ke istana dan mengatakan bahwa keempat ratus hadits yang telah didiktekan oleh al-Zuhri itu hilang. Khalifah meminta al-Zuhri untuk mendiktekannya kembali kepada juru tulis. Al-Zuhri pun mendiktekan kembali. Tidak ditemukan satu pun perbedaan huruf dengan keempat ratus hadits yang pertama didiktekannya.

Rab'i bin Harits
Rab'i bin Harits adalah muhaddits terkenal. Ketika pertama kali diuji kemampuannya untuk menjadi ahli hadits, semua orang dalam kaumnya kawan maupun lawannya—menguji kejujuran dan kesalehannya. Lalu, ada seorang musuhnya yang merasa iri dan bermaksud mencoreng predikatnya sebagai orang jujur. Orang ini pergi menghadap Gubernur Hajjaj bin Yusuf. Ia memberi tahu sang Gubernur bahwa Rab'i bin Harits yang akan dinobatkan sebagai muhaddits, mempunyai dua anak laki-laki yang disembunyikannya di rumahnya. Kedua anaknya disembunyikan untuk menghindari wajib militer.

Dikatakan Rab'i bin Harits ingin menutupi kenyataan ini agar terhindar dari hukuman mati. Dengan cara ini musuh Rab'i bin Harits berharap Rab'i bin Harits akan terjebak untuk berbohong. Hajjaj bin Yusuf memanggil Rab'i bin Harits dan mena-nyakan ihwal kedua anaknya. Rab'i bin Harits menjawab bahwa memang benar kedua anaknya itu disembunyikannya di rumah. Hajjaj merasa terkesan dengan jawabannya itu dan mengumumkan kepada semua penduduk di wilayah kekuasaannya bahwa Rab'i bin Harits adalah orang yang sangat jujur dan dapat dipercaya. Dengan demikian, Rab'i bin Harits diakui sebagai muhaddits.

Abu Hurairah
Imam al-Bukhari menceritakan bahwa Gubernur Marwan pernah ingin menguji ingatan sahabat Nabi, Abu Hurairah ra. Ia mengundang Abu Hurairah agar menghadap dan menyampaikan sejumlah hadits. Pada saat Abu Hurairah menyampaikan hadits, sekretaris Marwan menyalin setiap hadits, kata demi kata, baris demi baris. Setahun kemudian, Marwan kembali mengundang Abu Hurairah dan memintanya mengulang semua hadits yang telah disampaikannya setahun yang lalu. Sekretaris Marwan bersembunyi. Ia menyamakan pembacaan hadits yang kedua kali ini dengan hadits yang telah disalinnya setahun yang lalu. Abu Hurairah membacakan semua hadits tersebut, satu demi satu tanpa ada perbedaan satu huruf pun. Sang sekretaris telah membuktikan hal itu.

Imam at-Tirmidzi
Hal yang diketahui benar tentang Imam at-Tirmidzi—yang kehilangan penglihatannya pada usia tua—adalah beliau tidak pernah berhenti mengajarkan hadits kepada murid-muridnya. Bahkan, ketika sedang mengendarai unta, beliau senantiasa ditemani oleh murid-muridnya itu. Suatu hari, ketika sedang mengendarai unta, at-Tirmidzi berhenti di suatu tempat dan menundukkan kepalanya. Murid-muridnya bertanya mengapa beliau melakukan hal itu, lalu dijawabnya, "Bukankah di situ ada sebuah pohon dan pengendara unta akan terluka oleh dahan-dahannya yang rendah jika tidak menundukkan kepala?" Semua muridnya menjawab bahwa di situ tidak ada satu pohon pun. Imam at-Tirmidzi berkata bahwa dulu pada saat beliau masih bisa melihat, di tempat itu ada sebuah pohon. Jika—setelah mencari tahu kepada penduduk setempat—yakin bahwa di situ tidak pernah ada pohon, dia akan berhenti mengajarkan hadits. Lalu, murid-muridnya mendatangi penduduk yang telah lama bermukim di desa itu dan mendapat jawaban bahwa memang dulu di tempat itu pernah ada pohon. Imam at-Tirmidzi lalu mengucapkan rasa syukur yang tidak terhingga kepada Allah Swt.

Asma al-Rijal (mata rantai periwayat hadits)
Rangkaian ujian yang harus dilalui oleh seorang perawi hadits sebelum dia diakui sebagai orang yang dipercaya untuk menyampaikan hadits merupakan hal yang unik dalam sejarah Islam. Setiap perawi hadits harus membuktikan bahwa,

1. dia adalah orang yang dapat dipercaya, dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat;
2. orang yang menyampaikan hadits kepadanya juga harus orang yang dapat dipercaya, dan diakui oleh semua orang dalam masyarakatnya bahwa dia memang dapat dipercaya;
3. penyampai hadits sebelum penyampai yang kedua juga harus dapat dipercaya, demikian seterusnya.

Rangkaian ini harus sampai kembali kepada Rasulullah saw, sebagai sumber yang langsung didengar oleh penyampai terakhir (pertama dari Rasulullah saw) tanpa perantara. Jika suatu ketika dalam mata rantai periwayat ini ada perantara yang kejujurannya diragukan, atau dalam banyak hal kurang dari 100% suara, dia akan dicoret dan seluruh haditsnya ditolak. Dengan demikian, misalnya dalam 13 rangkaian periwayat, delapan atau sembilan di antaranya bersifat lemah atau meragukan, orang tersebut akan ditolak dan sebagai konsekuensinya haditsnya pun ditolak pula. Imam al-Bukhari telah berkelana ke seluruh Dunia Muslim untuk mencari referensi dan merunut jalur mata rantai perawi. Dia pernah berkelana menempuh tiga atau empat ratus mil untuk menjumpai perawi kedua atau ketiga. Ketika dia sampai di tempat yang dituju, orang yang dicarinya sedang sibuk mengejar seekor kuda. Orang itu mencoba mengiming-imingi kuda itu dengan sebuah ember seolah-olah ember itu penuh dengan makanan, padahal sebetulnya kosong.

Imam al-Bukhari lalu berlalu tanpa mengambil satu hadits pun darinya. Beliau beranggapan jika orang itu berani berbuat curang pada seekor kuda, dia pun dapat berlaku tidak jujur pada hadits. Dengan ketelitian dan kecermatan seperti inilah pengumpulan hadits diteruskan oleh sejumlah kecil cendekiawan yang berdedikasi dari seluruh Dunia Islam.

Hasil pekerjaan mereka kemudian diterima dan dihormati sebagai kewenangan yang tidak dapat diperdebatkan dalam hal pengumpulan hadits. Bersama-sama dengan lima perawi lain (Muslim, at-Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majah, dan Abu Dawud), Imam al-Bukhari dikenal sebagai `Silyah Sittah' atau otoritas `Enam Yang Benar.' Para perawi atau penyampai hadits yang terdaftar dalam `mata rantai nama' diperkirakan berjumlah sekitar 500.000 orang, yang tanggal lahir, silsilah keluarga, sejarah hidup, dan sumbangannya pada Islam dicatat di dalam buku hadits. Dari 500.000 ini, 85.000 di antaranya tercatat dalam buku-buku hadits yang paling terkenal.

Kedelapan puluh lima ribu orang ini berkaitan langsung dengan penyampaian hal-hal yang dikatakan, dilakukan, dan disetujui Nabi saw untuk umatnya. Kita patut merasa bangga dan istimewa karena memiliki riwayat hidup 500.000 orang yang berperan sedemikian penting dalam menyampaikan apa yang harus disampaikan Nabi saw kepada umatnya. Itu sebabnya, seorang ahli sejarah dan ahli linguistik berkebangsaan Jerman, Dr. Springer, pada tahun 1854 menyatakan, "Di bumi ini tidak pernah ada suatu bangsa dan tidak akan pernah ada negara seperti halnya negara kaum Muslim, yang dikaruniai buku agung tentang `Asma al- Rijaf yang membuat kaum Muslim terberkahi dengan 500.000 biografi abadi."

Abu Hurairah dan Abdullah bin Amr
Adalah suatu fakta nyata bahwa Rasulullah saw meminta para sahabatnya untuk tidak menuliskan hadits beliau, tetapi lebih berkonsentrasi pada penulisan al-Quran. Hal ini untuk menghindari kesalahan mengutip ataupun menghindari adanya penambahan. Para sahabat sama sekali tidak berani menulis-kan hadits Nabi saw. Namun, beberapa di antara mereka mulai menghafalkan hadits. Pada kemudian hari, ketika sudah tidak ada rasa khawatir adanya kesalahan dalam menuliskan al-Quran, beberapa sahabat memperoleh izin khusus untuk menuliskan hadits.

Penulisan ini bertujuan agar jangan sampai umat Islam kehilangan apa yang telah ditinggalkan Nabi saw untuk umatnya. Anas, Abu Hurairah, dan Abdullah bin Amr adalah beberapa di antara ahli hadits ini. Abu Hurairah mulai menghafalkan segala sesuatu yang didengarnya dari Nabi saw. Dia berkata bahwa dia membagi malam menjadi tiga bagian: satu bagian untuk tidur, satu bagian untuk shalat, dan satu bagian lagi untuk menghafalkan hadits. Lalu, dia mulai menuliskan hadits-hadits itu karena takut lupa. Dia juga selalu membacakan apa yang telah ditulisnya itu di hadapan Nabi saw untuk memastikan tidak ada kesalahan.

Dengan cara ini karyanya itu mendapatkan pembenaran dari Nabi saw Abu Hurairah juga selalu berkata, "Tak ada satu pun sahabat yang dapat menyatakan bahwa dirinya telah menghafalkan hadits sebanyak yang telah kuhafalkan, kecuali Abdullah bin Amr, yang telah menuliskan hadits sejak awal, sementara aku tidak melakukannya sejak awal." Jumlah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah adalah 5.374. Abu Hurairah berkata, "Aku pernah berkata kepada Nabi saw, `Wahai Rasulullah, aku mendengar demikian banyak hadits darimu, tetapi aku tidak dapat mengingatnya.

Nabi saw lalu menyuruhku untuk membentangkan jubahku dan aku melakukannya. Lalu, beliau menjulurkan tangannya yang tergenggam ke dalam jubahku (seolah-olah menawarkan sesuatu). Beliau memintaku untuk mendekapnya. Setelah kejadian itu aku tidak pernah lupa apa pun sama sekali." (al-B ukhari) Abu Hurairah juga meriwayatkan kejadian serupa. "Suatu ketika Nabi saw berkata kepadaku mengenai sebuah khutbahnya bahwa orang yang membentangkan jubahnya ke seluruh tubuhnya, lalu mendekapkannya di dadanya, tidak akan melupakan khutbah tersebut.

Aku pun segera memakai jubahku. Ketika beliau selesai berkhutbah, aku mendekap jubah tersebut di dada. Memang benar, aku tak pernah lupa isi khutbah itu." (al-Bukhari) Abdullah bin Amr yang meriwayatkan lebih daripada 5.384 hadits langsung dari Nabi saw mengumpulkan semua hadits tersebut dalam sebuah antologi (kumpulan karya tulis) berjudul Sadiqa. Suatu hari dia bertanya kepada Nabi saw apakah dia harus menuliskan setiap yang didengarnya dari beliau bagaimanapun keadaannya. Setelah menjawab dengan nada setuju, Nabi saw menunjuk kedua bibirnya dan berkata bahwa tidak ada suatu kebenaran yang tidak keluar dari kedua bibirnya." (al-Bukhari)

Sumber : Jejak Jejak Hadist (khazanah Hadist Dalam Kisah) Oleh M.Atiqul Haque


Bacaan Tartil Syahdu Oleh Maghfirah M Hussein


Praymuslim - Lantunan suara Maghfirah M. Hussein ketika melafalkan ayat-ayat suci Al Quran tak hanya menggetarkan hati para netizen saat mendengarnya. Tapi juga memunculkan harapan baru agar muncul Maghfirah-Maghfirah lain yang terus mensyiarkan Al Quran.

Nama : Maghfirah M.Hussein
Lahir : 31 Desember 1995
Asal : Bireun, Aceh Darussalam




Subhanallah, Cuma satu kata itu yang terucap....


Bagi Anda Pemakai Smartphone yang tidak Muncul Video Nya Bisa Klik Tatan Berikut.





Pedang Paling Tajam Di Dunia Milik Salahuddin Al-Ayyubi



Siapakah Sholahuddin Al Ayyubi....?

praymuslim - Salahuddin Ayyubi atau Saladin atau Salah ad-Din (c. 1138 - 4 Maret 1193) adalah seorang jendral dan pejuang muslim Kurdi dari Tikrit (daerah utara Irak saat ini). Ia mendirikan Dinasti Ayyubiyyah di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekkah Hejaz dan Diyar Bakr. Salahuddin terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena kepemimpinan, kekuatan militer, dan sifatnya yang ksatria dan pengampun pada saat ia berperang melawan tentara salib. Sultan Salahuddin Al Ayyubi juga adalah seorang ulama. Ia memberikan catatan kaki dan berbagai macam penjelasan dalam kitab hadits Abu Dawud.


Sewaktu Perang Salib, pasukan Eropa dikejutkan oleh pedang yang dimiliki oleh pasukan Arab dan Persia. Dimana Ketajamannya mampu menembus baju zirah crusader, memotong dua pedang lawan, membelah perisai dan batu tanpa mengalami kerusakan pada matanya.
Pedang yang diakui paling tajam di dunia oleh pakar metalurgi. Kehebatan pedang buatan Damsyik dan terkenal dengan sebutan Pedang Persia atau Sword of Damascus ini telah mengatasi kehebatan pedang Katana dari Jepan.

Pedang ini diperbuat daripada besi “damascus”. Teknik pembuatan pedang ini begitu rahasia sehingga hanya beberapa keluarga pandai besi di Damascus saja yang menguasainya, ini juga sebabnya teknik pembuatan besi Damascus akhirnya pupus.
Pedang ini mampu membelah sutera yang dijatuhkan ke atasnya, juga mampu membelah pedang lain atau batu tanpa mengalami kerosakan sama sekali. Sebuah penelitian mikroskopik menemukan bahawa pedang ini ternyata memiliki semacam lapisan kaca dipermukaannya. Boleh dikatakan ahli ilmuwan islam di timur tengah telah mencapai teknologi nano sejak seribu tahun yang lalu.
Setelah sekian lama pedang ini menjadi rahsia akan kehebatannya, akhirnya pengkaji barat telah berjaya membongkar rahsia pedang ini.

Kehebatan Pedang Salahuddin Al-Ayyubi telah dibongkar oleh Prof Dr. Peter Paufler dari Jerman. Prof tersebut menjumpai CNT di dalam pedang tersebut bersama senjata-senjata yang digunakan oleh tentera-tentera Islam pada ketika itu sewaktu perang Salib. CNT ini yang menjadikan pedang tentera Islam ini sangat tajam tetapi mudah lentur.
Hasil kajian yang dilakukan pasukan Eropah, menyatakan pedang tersebut disaluti oleh CNT (Carbon Nano Tubes) yang menjadikan ianya AMAT TAJAM dan LENTUR. Seni pembuatan pedang yang terahsia ini amat dikagumi oleh puak Barat dan kajian metalurgi moden setakat hari ini juga, masih tidak berkeupayaan untuk menghasilkan pedang berteknologi tinggi (teknologi NANO) dari peradaban Islam pada kurun ke-12 ini.
Rupa-rupanya didalam pedang ini terdapat sebatang tiub rod “Damascus” yang bersaiz nano yang mudah lentur,tidak mudah patah dan sentiasa tajam sehinggakan mampu membelah apa saja.
Beberapa ahli metalurgi modern mengaku berhasil membuat besi yang sangat mirip dengan besi Damascus , namun tetap belum berjaya meniru 100%.

Apa itu CNT?
CNT merupakan suatu rantaian atom karbon yang terikat di antara satu sama lain secara heksagonal berbentuk silinder yang mempunyai diameter sekecil 1-2 nanometer. Silinder CNT ini boleh mencapai panjang sehingga berpuluh-puluh mikron dan tertutup di bahagian hujung seolah-olah sebatang paip yang ditutup dikedua-dua hujungnya.Pencirian yang dilakukan terhadap bahan ini juga menjelaskan bahawa CNT mempunyai kekuatan paling tinggi berbanding bahan lain. Ia juga mempunyai sifat kekonduksian elektrik melebihi kuprum dan logam. Keunikan tiub karbon nano yang lain ialah mempunyai ketahanan terhadap suhu tinggi serta mempunyai jisim yang lebih ringan dari aluminium.

Teknologi NANO
Teknologi NANO ini menggunakan besi baja “damascus” yang juga dipanggil wootz. Bijih besi ini mengandungi sejumlah peratusan unsur Karbon. Selain besi dan karbon, unsur-unsur seperti Kromium, Mangan, Kobalt juga ditambah bagi menambahkan lagi kekuatan, ketajaman dan kelenturannya.
Teknik pembuatan pedang ini begitu rahsia sehinggakan hanya beberapa keluarga tukang besi di Damsyik saja yang menguasainya. Akhirnya pada kurun ke-18, teknologi pembuatan pedang ini telah pupus.
Apa yang tertinggal hanyalah pedang-pedang, tombak dan Pisau yang kini tersebar di pelbagai Museum di seluruh dunia.

Teknologi pengolahan besi tampaknya telah dikuasai manusia sejak zaman Nabi Daud AS. Hal itu terungkap dalam surat Al- Anbiyaa? (Nabi-nabi) ayat 80. Dalam surat itu Allah SWT berfirman, Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu. Maka, hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).

SUBHANALLAH......

Sumber : dari berbagai macam sumber

Kitab Injil Asli Ditemukan Di Turki



Praymuslim - Belum lama ini, pemerintah Turki mengumumkan tentang penemuan Kitab Injil Asli Barnabas, salah satu murid pertama Yesus (Isa Almasih).

Hal yang tentu saja mengejutkan banyak pihak, termasuk kubu Vatikan itu sendiri.Sebagaimana diberitakan oleh DailyMail, basijpress dan NationalTurk, bahwa Injil Barnabas asli tersebut ditemukan pada tahun 2000 lalu di Turki, namun ditutupi oleh pemerintah Turki selama lebih dari 12 tahun, dan baru sekarang di beberkan ke publik.Lembaran-lembaran kulit hewan itu ditulis dengan huruf Syriac dengan dialek bahasa Aram, bahasa yang sama seperti bahasa yang umum dipakai pada masa Yesus Isa Almasih.

Pemerintah Turki menyakini bahwa kitab kulit hewan tersebut adalah Injil Barnabas orisinal.Hal yang menarik dari Kitab Injil Barnabas Asli asal Turki tersebut menyatakan bahwa YESUS TIDAK PERNAH DI SALIB, dan terdapatnya ayat-ayat yang menyatakan bahwa Islam adalah agama yang benar serta pengakuan tentang kehadiran Nabi Akhir Jaman, Muhammmad SAW.

Pengakuan itu terdapat pada bab 41 dari Kitab Barnabas yang ditemukan di Turki tersebut. Berikut ini terjemahannya :”Allah telah menyembunyikan diriNya sebagai Malaikat Agung Michael berlari mereka (Adam dan Hawa) dari surga, (dan) ketika Adam berbalik, ia melihat bahwa di atas pintu gerbang ke surga tertulis “La Ela ELA Allah, Mohamad Rasul Allah”Kitab yang masih menjadi perdebatan tersebut disebutkan kini disimpan di Justice Palace, Ankara, Turki dengan pengawalan ketat polisi bersenjata lengkap dan keamanan maksimum.

Pihak Iran lewat Basij Press menyatakan bahwa apa yang tertulis di kitab Barnabas asli tersebut adalah bukti tentang kebenaran Islam, yang walau begitu ditanggapi oleh sinis dari berbagai pihak.

Bahkan pihak Kristen lewat berbagai jamaatnya menyatakan bahwa Kitab Barnabas tersebut diragukan keotentikannya.
Namun walau begitu pihak Vatikan lebih arif dengan menyatakan telah mengajukan permohonan resmi ke pemerintah Turki untuk membaca dan menganalisa keaslian kitab kontroversial itu.

Para agamawan menyatakan bahwa jika Alkitab Barnabas tersebut terbukti asli, maka akan mengakibatkan rusaknya kredibilitas Gereja, dan akan menimbulkan revolusi agama Nasrani besar-besaran di seluruh Dunia.Tentu saja penemuan ini cukup menarik, sama menariknya dengan penemuan dan fakta sejarah bahwa Benua Amerika pertama kali di temukan oleh para pelaut tangguh Islam

Insya ALLAH kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Do'a Muslim Lengkap - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger